AYO!! BERSAMA PUSKESMAS SUMBERSARI LUMAJANG SUKSESKAN BIAN (BULAN IMUNISASI ANAK NASIONAL) !!

01.27



 

Tahun 2022 ini Kemenkes RI mencanangkan program BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) untuk mengejar cakupan imunisasi rutin yang menurun signifikan akibat pandemi COVID-19. BIAN adalah pemberian imunisasi tambahan Campak-Rubela serta melengkapi dosis Imunisasi Polio dan DPT-HB-Hib yang terlewat. Program ini diwujudkan sebagai upaya menutup kesenjangan imunitas anak dengan melakukan hamonisasi kegiatan imunisasi tambahan (campak-rubela) dan imunisasi kejar (OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib). Dikutip dari Instagram @kemenkes_ri, Program Imunisasi Anak Nasional ini terbagi menjadi dua tahap, yakni:
 

1. Tahap Pertama Imunisasi Anak Nasional Tahap Pertama diselenggarakan pada bulan Mei 2022. Adapun wilayah pelaksanaannya adalah di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. 2. Tahap Kedua Imunisasi Anak Nasional Tahap Kedua dilaksanakan pada bulan Agustus 2022. Wilayah sasaran dari program imunisasi tahap kedua ini adalah Pulau Jawa dan Provinsi Bali.

2. Tahap Kedua Imunisasi Anak Nasional Tahap Kedua dilaksanakan pada bulan Agustus 2022. Wilayah sasaran dari program imunisasi tahap kedua ini adalah Pulau Jawa dan Provinsi Bali.

 

Di Puskesmas Sumbersari Lumajang juga akan mengadakan BIAN yang akan di selenggarakan pada Bulan Agustus ini, kegiatan ini melibatkan banyak sekali pihak. Pada kegiatan BIAN ini telah di susun jadwal untuk pelaksanaan kegiatan BIAN ke Posyandu - posyandu yang ada di Kecamatan Rowokangkung.

 
 
Disampaikan, sasaran program BIAN ditujukan bagi anak usia sembilan hingga 59 bulan. Dengan adanya program BIAN banyak manfaat yang didapat. Seperti, mencegah kesakitan dan kecacatan akibat campak, polio, pertusis (batuk rejan), rubela, difteri, hepatitis B, pneumonia (radang paru), dan meningitis (radang selaput otak).
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sumber : https://jatengprov.go.id/beritadaerah/bulan-imunisasi-anak-nasional-targetkan-ratusan-ribu-anak-divaksin/
Sumber : 

Pelaksanaan BIAN 2022 sangat penting demi mencapai target eliminasi campak-rubela/Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2023, mempertahankan Indonesia Bebas Polio dan mewujudkan Dunia Bebas Polio pada tahun 2026. Selain itu, BIAN 2022 juga diharapkan dapat menangkal terjadinya Kejadian Luar Biasa Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) lainnya. Dukungan seluruh pihak, termasuk mitra swasta, sangat diharapkan untuk menyukseskan pelaksanaan program BIAN ini. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, Pemerintah telah menyusun 3 strategi untuk menggalakkan imunisasi rutin pada anak guna memberikan perlindungan dari PD3I. "Yaitu menambah 3 jenis imunisasi rutin pada anak dari sebelumnya 11 antigen menjadi 14 antigen, digitalisasi data imunisasi, dan imunisasi anak akan dilakukan melalui undangan di aplikasi. Dengan demikian, kita berharap cakupan imunisasi dapat diperluas," kata Maxi saat konferensi pers Kemenkes secara daring bertema 'Ayo Sukseskan Bulan Imunisasi Anak Indonesia (BIAN) 2022!', Selasa (28/6/2022). Pemerintah, lanjutnya, juga mengapresiasi semua pihak, termasuk mitra swasta seperti Vaccines di Sanofi Indonesia yang telah turut menyosialisasikan BIAN dan manfaatnya bagi kesehatan anak-anak. Selain itu, tambah Maxi, orang tua juga diharapkan dapat turut menyukseskan BIAN dengan membawa anak-anak ke fasilitas kesehatan terdekat. "BIAN adalah program pemerintah, vaksin disediakan oleh pemerintah secara gratis, aman dan berkualitas. Oleh karenanya, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan program ini, untuk melengkapi atau mengejar ketertinggalan imunisasi anak-anak yang terutama terjadi selama pandemi COVID-19,” tutupnya.

Baca selengkapnya di artikel "BIAN 2022: Apa Saja Target Imunisasi Anak dari Kemenkes?", https://tirto.id/gtvz

Pelaksanaan BIAN 2022 sangat penting demi mencapai target eliminasi campak-rubela/Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2023, mempertahankan Indonesia Bebas Polio dan mewujudkan Dunia Bebas Polio pada tahun 2026. Selain itu, BIAN 2022 juga diharapkan dapat menangkal terjadinya Kejadian Luar Biasa Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) lainnya. Dukungan seluruh pihak, termasuk mitra swasta, sangat diharapkan untuk menyukseskan pelaksanaan program BIAN ini. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, Pemerintah telah menyusun 3 strategi untuk menggalakkan imunisasi rutin pada anak guna memberikan perlindungan dari PD3I. "Yaitu menambah 3 jenis imunisasi rutin pada anak dari sebelumnya 11 antigen menjadi 14 antigen, digitalisasi data imunisasi, dan imunisasi anak akan dilakukan melalui undangan di aplikasi. Dengan demikian, kita berharap cakupan imunisasi dapat diperluas," kata Maxi saat konferensi pers Kemenkes secara daring bertema 'Ayo Sukseskan Bulan Imunisasi Anak Indonesia (BIAN) 2022!', Selasa (28/6/2022). Pemerintah, lanjutnya, juga mengapresiasi semua pihak, termasuk mitra swasta seperti Vaccines di Sanofi Indonesia yang telah turut menyosialisasikan BIAN dan manfaatnya bagi kesehatan anak-anak. Selain itu, tambah Maxi, orang tua juga diharapkan dapat turut menyukseskan BIAN dengan membawa anak-anak ke fasilitas kesehatan terdekat. "BIAN adalah program pemerintah, vaksin disediakan oleh pemerintah secara gratis, aman dan berkualitas. Oleh karenanya, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan program ini, untuk melengkapi atau mengejar ketertinggalan imunisasi anak-anak yang terutama terjadi selama pandemi COVID-19,” tutupnya.

Baca selengkapnya di artikel "BIAN 2022: Apa Saja Target Imunisasi Anak dari Kemenkes?", https://tirto.id/gtvz

Pelaksanaan BIAN 2022 sangat penting demi mencapai target eliminasi campak-rubela/Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2023, mempertahankan Indonesia Bebas Polio dan mewujudkan Dunia Bebas Polio pada tahun 2026. Selain itu, BIAN 2022 juga diharapkan dapat menangkal terjadinya Kejadian Luar Biasa Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) lainnya. Dukungan seluruh pihak, termasuk mitra swasta, sangat diharapkan untuk menyukseskan pelaksanaan program BIAN ini. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, Pemerintah telah menyusun 3 strategi untuk menggalakkan imunisasi rutin pada anak guna memberikan perlindungan dari PD3I. "Yaitu menambah 3 jenis imunisasi rutin pada anak dari sebelumnya 11 antigen menjadi 14 antigen, digitalisasi data imunisasi, dan imunisasi anak akan dilakukan melalui undangan di aplikasi. Dengan demikian, kita berharap cakupan imunisasi dapat diperluas," kata Maxi saat konferensi pers Kemenkes secara daring bertema 'Ayo Sukseskan Bulan Imunisasi Anak Indonesia (BIAN) 2022!', Selasa (28/6/2022). Pemerintah, lanjutnya, juga mengapresiasi semua pihak, termasuk mitra swasta seperti Vaccines di Sanofi Indonesia yang telah turut menyosialisasikan BIAN dan manfaatnya bagi kesehatan anak-anak. Selain itu, tambah Maxi, orang tua juga diharapkan dapat turut menyukseskan BIAN dengan membawa anak-anak ke fasilitas kesehatan terdekat. "BIAN adalah program pemerintah, vaksin disediakan oleh pemerintah secara gratis, aman dan berkualitas. Oleh karenanya, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan program ini, untuk melengkapi atau mengejar ketertinggalan imunisasi anak-anak yang terutama terjadi selama pandemi COVID-19,” tutupnya.

Baca selengkapnya di artikel "BIAN 2022: Apa Saja Target Imunisasi Anak dari Kemenkes?", https://tirto.id/gtvz
Pelaksanaan BIAN 2022 sangat penting demi mencapai target eliminasi campak-rubela/Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2023, mempertahankan Indonesia Bebas Polio dan mewujudkan Dunia Bebas Polio pada tahun 2026. Selain itu, BIAN 2022 juga diharapkan dapat menangkal terjadinya Kejadian Luar Biasa Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) lainnya. Dukungan seluruh pihak, termasuk mitra swasta, sangat diharapkan untuk menyukseskan pelaksanaan program BIAN ini. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, Pemerintah telah menyusun 3 strategi untuk menggalakkan imunisasi rutin pada anak guna memberikan perlindungan dari PD3I. "Yaitu menambah 3 jenis imunisasi rutin pada anak dari sebelumnya 11 antigen menjadi 14 antigen, digitalisasi data imunisasi, dan imunisasi anak akan dilakukan melalui undangan di aplikasi. Dengan demikian, kita berharap cakupan imunisasi dapat diperluas," kata Maxi saat konferensi pers Kemenkes secara daring bertema 'Ayo Sukseskan Bulan Imunisasi Anak Indonesia (BIAN) 2022!', Selasa (28/6/2022). Pemerintah, lanjutnya, juga mengapresiasi semua pihak, termasuk mitra swasta seperti Vaccines di Sanofi Indonesia yang telah turut menyosialisasikan BIAN dan manfaatnya bagi kesehatan anak-anak. Selain itu, tambah Maxi, orang tua juga diharapkan dapat turut menyukseskan BIAN dengan membawa anak-anak ke fasilitas kesehatan terdekat. "BIAN adalah program pemerintah, vaksin disediakan oleh pemerintah secara gratis, aman dan berkualitas. Oleh karenanya, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan program ini, untuk melengkapi atau mengejar ketertinggalan imunisasi anak-anak yang terutama terjadi selama pandemi COVID-19,” tutupnya.

Baca selengkapnya di artikel "BIAN 2022: Apa Saja Target Imunisasi Anak dari Kemenkes?", https://tirto.id/gtvz

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images